Jumat, 13 Maret 2015

Keajaiban Memulai Dari Hal-Hal Kecil

“Sukses adalah akumulasi dari usaha-usaha kecil, yang dilakukan secara berulang-ulang.”
– Robert Collier –
Apakah anda memiliki target-target penting yang ingin anda capai dalam hidup anda dimana untuk memulainya saja anda sangat bersusah payah? Atau target-target yang sudah anda coba beberapa kali untuk meraihnya namun selalu saja gagal. Sampai-sampai anda berpikir, ada area-area dalam hidup anda yang anda sepertinya tak bisa sukses.
Anda mungkin sukses besar dalam karir, namun anda kesulitan untuk bisa berolahraga teratur minimal seminggu dua kali. Atau anda mendapatkan kelancaran membuka sebuah usaha tahun ini namun program diet anda selalu saja gagal.
Masalahnya mungkin saja anda mencoba untuk berubah terlalu cepat atau terlalu berlebihan. Saya disini akan mencoba berbagi pengalaman bagaimana melakukan suatu perubahan yang permanen. Proses ini jelas memerlukan waktu. Saya tidak bisa memberikan cara bagaimana melakukan perubahan dalam ‘semalam’ karena saya belum pernah melakukannya dan saya pikir hal itu tidak mungkin.
Biasanya orang-orang memiliki komitmen di setiap akhir tahun untuk melakukan perubahan-perubahan di tahun yang baru. Jika anda seperti kebanyakan orang ingin melakukan perubahan-perubahan tersebut dalam sekejap, besar kemungkinan anda akan gagal.

Coba anda sekarang ingat-ingat kembali, apakah ada target-target anda tahun ini yang belum terpenuhi

Saya akan membantu mengingatkan. Mungkin anda ingin :
– Menurunkan berat badan sebanyak 20 kg
– Berhenti merokok
– Mengurangi caffeine
– Jogging mengelilingi komplek setiap pagi
– Bangun pukul 5 pagi setiap hari
– Mulai merintis bisnis online
– ….. (silahkan anda mengisi sendiri)
Semuanya itu adalah target-target penting dalam hidup anda dan memerlukan usaha yang keras untuk merubahnya. Alangkah lebih baik jika anda melakukan langkah-langkah yang lebih terpola dan terkendali meskipun memakan waktu yang lebih lama. Kenapa? Karena sekali anda berubah, perubahan anda akan lebih permanen dibandingkan anda melakukannya dengan terburu-buru.

Identifikasi posisi anda saat ini

Sebelum memulai suatu perubahan, anda perlu mengetahui posisi anda saat ini berada dimana, misalnya : berapa berat badan anda saat ini, berapa batang/bungkus anda merokok setiap hari, berapa sering anda minum kopi, berapa kali anda berolah raga dalam sebulan, dst.

Ambillah langkah-langkah kecil untuk mencapainya

Mungkin akan ada jarak yang sangat besar antara posisi anda saat ini dengan apa yang ingin anda capai, dan anda sepertinya merasa tidak memiliki kekuatan, semangat ataupun disiplin untuk mencapainya.
Seperti yang telah saya sampaikan pada artikel saya terdahulu :Bagaimana Tetap Termotivasi Untuk Menyelesaikan Apa Yang Telah Anda Mulai : Jika anda hanya memikirkan bagaimana mencapai target anda dengan segera, kemungkinan besar anda akan mengalami frustasi/stress.
Pecahlah target anda (break down) menjadi aktivitas-aktivitas kecil, sebagai contoh : jika anda ingin menurunkan berat badan sebanyak 20 kg, bagilah target tersebut menjadi ½ kg per minggu. Ya, anda akan menghabiskan waktu 40 minggu untuk menurunkan berat badan anda, tetapi waktu tersebut pasti akan anda lewati.
Jangan meremehkan kemampuan anda dalam mencapai sesuatu dengan melakukan hal-hal kecil. Daripada anda mencoba mencapai target tersebut dengan cepat, dengan melakukan hal-hal yang ’radikal’, misalkan hanya makan 1 hari sekali atau minum obat pencuci perut, namun setelah 1-2 minggu anda menyerah karena tidak tahan. Anda berarti hanya membuang waktu berharga anda dan fakta ini malah bisa menyakitkan anda : anda mungkin berpikiran ”benar kan, saya tidak bisa sukses”, ”benar kan, saya tidak bisa konsisten dan disiplin.”, dsb.
Oke, cukup teorinya, sekarang saya akan memberikan beberapa contoh praktis :
1)
Target : berhenti mengkonsumsi caffeine
Posisi saat ini : minum 3 gelas kopi setiap hari
Langkah : mengurangi minum kopi menjadi sehari sekali untuk minggu pertama (total 7 gelas seminggu), minggu ke-2 total 6 gelas seminggu, minggu ke-3 total 5 gelas seminggu dst.
Total waktu dibutuhkan : 8 minggu
2)
Target : bangun pukul 5 pagi setiap hari
Posisi saat ini : bangun pukul 7 pagi
Langkah : pasang beker anda 15 menit lebih awal setiap 1 minggu – jangan langsung memundurkan menjadi 2 jam! Percayalah anda akan tersiksa.
Total waktu dibutuhkan : 8 minggu
3)
Target : membuat 100 halaman ebook
Posisi saat ini : 0 halaman
Langkah : setiap hari anda menulis 1 halaman, kecuali hari Sabtu dan Minggu anda menulis 2 halaman. Jadi selama seminggu anda menulis sebanyak 9 halaman.
Total waktu dibutuhkan : 11 minggu
Anda dapat melihat bahwa target-target diatas menjadi masuk akal dan sangat mungkin tercapai dengan aktivitas-aktivitas kecil, termasuk target-target yang pernah anda coba meraihnya namun gagal. Apapun yang anda inginkan, anda dapat meraihnya selama anda tidak menginginkan hasil yang instan. Tidak ada cara instan untuk mencapai kesuksesan.
Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat mencoba.

Sukses besar datang dari menjalankan hal-hal kecil.

oleh Ir. Hary Jap, Founder Indoproperty Real Estate Group

Dalam beberapa kesempatan bicara dalam forum internal maupun forum umum, saya selalu mengulangi kalimat diatas. Walaupun tampaknya sangat sederhana, banyak orang yang gagal ‘justru’ karena sesungguhnya tidak ‘kuat’ dalam menjalankan hal-hal kecil tersebut.

Sebutlah masalah datang pagi dan ‘on time’ di kantor. Setelah lumayan lama seseorang menjadi Marketing Executive, biasanya masalah disiplin yang satu ini menjadi kendala besar. Yang bersangkutan tidak lagi merasa ada yang mengharuskannya datang pagi secara tertib. Apalagi kalau dikombinasikan dengan masa lalunya yang merupakan ‘orang gajian’ dan di’paksa’ mematuhi banyak tata tertib yang tidak ia sukai, maka serta merta ybs akan merasakan inilah saat-saat ‘kemerdekaan’nya sampai pada titik yang ‘kebablasan’.

Sebagai Marketing Executive yang mau sukses, tentunya masalah ini sangatlah penting. Paling tidak seminggu sekali ybs dapat giliran ‘floor time’ yang sesungguhnya lebih merupakan ‘hak’ daripada ‘kewajiban’, kalau saja ybs paham. Pada saat piket itulah sebenarnya ‘masa emas’ dimana ia berhak mengambil semua telpon masuk maupun tamu yang datang. Jika sampai disini anda kepikiran bahwa, ‘Kan telpon masuknya sangat sepi, apalagi mengharapkan tamu yang datang’, maka sebenarnya anda baru saja memikirkan babak lain dari tanggung jawab sebagai Marketing Executive.

Untuk membuat telpon berdering ramai ketika anda ‘floor time’ dibutuhkan pemahaman yang benar pula. Seberapa sering seorang ME menyiapkan dirinya dengan baik, untuk mengambil semua ‘rejeki’ yang hanya menjadi haknya jika ‘terjadi’ di hari itu? Pengamatan saya justru menunjukkan fakta yang agak menyedihkan. Banyak dari para ME tsb yang justru hanya mengeluh bahwa jadwal piketnya sia-sia karena tidak ada yang menghubunginya.

Mari kita bicarakan hal kecil lainnya yang kalau dijalankan dengan konsisten akan membuahkan kesuksesan yang luar biasa. Siapa diantara anda sebagai ME Secondary yang setiap pagi membaca koran dan menghubungi calon2 vendor anda? Saya berani bertaruh bahwa dalam setiap kelompok yang saya ajak bicara, fakta yang ada hanyalah dibawah separuh. Mengapa demikian? Tentu saja tidak mudah untuk menjalankan hal-hal kecil secara konsisten selama beberapa tahun, bahkan puluhan tahun kedepan. Belum lagi secara teoritis, anda akan kemungkinan besar ditolak ketika menghubungi calon2 vendor dari koran tersebut, bukan?

Itulah seninya, dan saya bersyukur bahwa banyak orang yang mengalami kesulitan di hal-hal kecil tersebut. Tentu saja, maksud saya bukanlah tidak menghendaki banyak orang sukses di industri ini, melainkan justru ingin agar hanya orang-orang yang sungguh-sungguh seriuslah yang pada akhirnya meraih sukses besar.  Bahkan dalam beberapa kesempatan saya menyatakan bahwa doa seorang Top Sales bukanlah agar semata-mata diberi kemudahan, melainkan justru agar ia diberi kemampuan dan kebijaksanaan untuk melihat masalah dan tantangannya menjadi lebih jernih.

Ingatlah bahwa orang sukses dan besar bukanlah orang yang menjalankan hal-hal besar, melainkan ‘justru’ adalah orang-orang yang ‘kuat’ menjalankan hal-hal kecil dan sederhana sedemikian rupa bahkan ketika yang lain sudah berhenti dan ‘kapok’ menjalankannya. Sementara itu orang yang suksesnya hanya musiman dan tidak ‘long term’ selalu bermimpi bahwa suatu hari akan ada kesempatan baginya melakukan satu tindakan besar dan tindakan besar itu akan merubah hidupnya. Tentu saja hal ini akan jauh dari kenyataan. Ironis bukan?