oleh Ir. Hary Jap, Founder Indoproperty Real Estate Group
Dalam beberapa kesempatan bicara dalam forum internal maupun forum umum, saya selalu mengulangi kalimat diatas. Walaupun tampaknya sangat sederhana, banyak orang yang gagal ‘justru’ karena sesungguhnya tidak ‘kuat’ dalam menjalankan hal-hal kecil tersebut.
Sebutlah masalah datang pagi dan ‘on time’ di kantor. Setelah lumayan lama seseorang menjadi Marketing Executive, biasanya masalah disiplin yang satu ini menjadi kendala besar. Yang bersangkutan tidak lagi merasa ada yang mengharuskannya datang pagi secara tertib. Apalagi kalau dikombinasikan dengan masa lalunya yang merupakan ‘orang gajian’ dan di’paksa’ mematuhi banyak tata tertib yang tidak ia sukai, maka serta merta ybs akan merasakan inilah saat-saat ‘kemerdekaan’nya sampai pada titik yang ‘kebablasan’.
Sebagai Marketing Executive yang mau sukses, tentunya masalah ini sangatlah penting. Paling tidak seminggu sekali ybs dapat giliran ‘floor time’ yang sesungguhnya lebih merupakan ‘hak’ daripada ‘kewajiban’, kalau saja ybs paham. Pada saat piket itulah sebenarnya ‘masa emas’ dimana ia berhak mengambil semua telpon masuk maupun tamu yang datang. Jika sampai disini anda kepikiran bahwa, ‘Kan telpon masuknya sangat sepi, apalagi mengharapkan tamu yang datang’, maka sebenarnya anda baru saja memikirkan babak lain dari tanggung jawab sebagai Marketing Executive.
Untuk membuat telpon berdering ramai ketika anda ‘floor time’ dibutuhkan pemahaman yang benar pula. Seberapa sering seorang ME menyiapkan dirinya dengan baik, untuk mengambil semua ‘rejeki’ yang hanya menjadi haknya jika ‘terjadi’ di hari itu? Pengamatan saya justru menunjukkan fakta yang agak menyedihkan. Banyak dari para ME tsb yang justru hanya mengeluh bahwa jadwal piketnya sia-sia karena tidak ada yang menghubunginya.
Mari kita bicarakan hal kecil lainnya yang kalau dijalankan dengan konsisten akan membuahkan kesuksesan yang luar biasa. Siapa diantara anda sebagai ME Secondary yang setiap pagi membaca koran dan menghubungi calon2 vendor anda? Saya berani bertaruh bahwa dalam setiap kelompok yang saya ajak bicara, fakta yang ada hanyalah dibawah separuh. Mengapa demikian? Tentu saja tidak mudah untuk menjalankan hal-hal kecil secara konsisten selama beberapa tahun, bahkan puluhan tahun kedepan. Belum lagi secara teoritis, anda akan kemungkinan besar ditolak ketika menghubungi calon2 vendor dari koran tersebut, bukan?
Itulah seninya, dan saya bersyukur bahwa banyak orang yang mengalami kesulitan di hal-hal kecil tersebut. Tentu saja, maksud saya bukanlah tidak menghendaki banyak orang sukses di industri ini, melainkan justru ingin agar hanya orang-orang yang sungguh-sungguh seriuslah yang pada akhirnya meraih sukses besar. Bahkan dalam beberapa kesempatan saya menyatakan bahwa doa seorang Top Sales bukanlah agar semata-mata diberi kemudahan, melainkan justru agar ia diberi kemampuan dan kebijaksanaan untuk melihat masalah dan tantangannya menjadi lebih jernih.
Ingatlah bahwa orang sukses dan besar bukanlah orang yang menjalankan hal-hal besar, melainkan ‘justru’ adalah orang-orang yang ‘kuat’ menjalankan hal-hal kecil dan sederhana sedemikian rupa bahkan ketika yang lain sudah berhenti dan ‘kapok’ menjalankannya. Sementara itu orang yang suksesnya hanya musiman dan tidak ‘long term’ selalu bermimpi bahwa suatu hari akan ada kesempatan baginya melakukan satu tindakan besar dan tindakan besar itu akan merubah hidupnya. Tentu saja hal ini akan jauh dari kenyataan. Ironis bukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar